Mikroskop-Lengkap (Pengertian, Sejarah, Jenis, Prinsip, Bagian, Perbesaran, Sifat, Daya Pisah, Cara Penggunaan, dan Pemeliharaan Mikroskop)
Pengertian Mikroskop
Mikroskop
berasal dari bahasa yunani yaitu Micron yang berarti kecil
dan Scropos yang berarti melihat. Jadi mikroskop adalah alat laboratorium yang
digunakan untuk melihat objek yang ukurannya terlalu kecil untuk dilihat dengan
mata telanjang sehingga mikroskop menghasilkan
bayangan benda dengan kelipatan ukuran yang sangat besar.
Sejarah singkat
Mikroskop
Sejarah ditemukannya mikroskop sejalan dengan
penelitian terhadap mikrobiologi.Yang memasuki masa keemasan saat berhasil
mengamati jasad renik. Pada tahun 1664 Robert
Hooke, menggambarkan struktur reproduksi dari moulds, tetapi orang pertama
yang dapat melihat mikroorganisme adalah seorang pembuat mikroskop amatir
berkebangsaan Jerman yaitu Antoni Van
Leeuwenhoek (1632- 1723), menggunakan mikroskop dengan konstruksi yang
sederhana. Dengan mikroskop tersebut dia dapat melihat organisme sekecil
mikroorganisme. Mikroskop pertama kali ditemukan pada abad ke-16. Mikroskop
zaman dulu sangat sedarhana karena hanya memiliki satu lensa, berbeda dengan
mikroskop yang banyak digunakan sekarang yang tergolong mikroskop majemuk yang
terdiri atas dua lensa atau lebih.
Jenis-Jenis Mikroskop
Mikroskop cahaya/ mikroskop medan terang
Mikroskop
yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relative besar. Mikroskop
stereo memiliki perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan
mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi. Komponen utama mikroskop stereo
hamper sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa
objektif namun ada perbedaan dengan mikroskop cahaya yaitu :
a. Ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati.
b. Sumber cahaya berasal dari atas sehingga objek yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasanya 3 kali, sehingga perbesaran objek total minimal 30 kali. Pada daerah dekat lenda objektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator. Pengaturan focus objek terletak disamping tangkai mikroskop, sedangkan pengaturan perbesaran terletak diatas pengatur fokus.
Mikroskop medan gelap / Dark Field Microscope (DFM)
Pada mikroskop ini, latar belakang tampak gelap sedangkan specimen tampak terang. Hal ini terjadi karena pada mikroskop ini menggunakan kondensor khusus yang memiliki sudut lebih besar dari lensa objektif. Berfungsi untuk melihat gerak kuman dan melihat bakteri yang sulit menyerap zat warna.
Pada mikroskop ini menggunakan sumber cahaya ultra
violet yang mempunyai panjang gelombang pendek antara 200-400 nm. Beberapa
bahan tertentu dapat mengabsorbsi sinar ultra violet dan dipantulkan kembali
sebagai cahaya yang bergelombang lebih panjang. Contoh bahan tersebut adalah
fluoresein dan akridin. Berfungsi untuk membedakan sel sehat dengan sel kanker,
melihat ba kteri mycobacterium
tuberculosis.
Mikroskop Flourescene
Mikroskop
pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau Antigen (seperti
bakteri, ricketsia, atau virus) dalam jaringan. Dalam teknik ini protein
antibodi yang khas mula-mula dipisahkan dari serum tempat terjadinya rangkaian
atau dikonjungsi dengan pewarna pendar. Karena reaksi Antibodi-Antigen itu
besifat khas, maka peristiwa pendar akanan terjadi apabila antigen yang
dimaksut ada dan dilihat oleh antibody yang ditandai dengan pewarna pendar.
Pada mikroskop ini terdapat
modifikasi pada kondensor dan lensa objektif. Sehingga derajat terang tembus
dari struktur sel dengan lingkungan sekitarnya terlihat jelas. Berfungsi untuk
melihat struktur/bagian-bagian suatu sel.
Prinsip Mikroskop
Sinar lampu diteruskan ke kondensor kemudian ke kaca benda/preparat melewati lensa mata lalu terlihat oleh mata dan lensa objektif menghasilkan bayangan.lensa objektif akan membentuk bayangan benda yang bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar. Bayangan benda oleh lensa objektif akan ditangkap sebagai benda oleh lensa okuler. Bayangan inilah yang tampak oleh mata.
Bagian-bagian mikroskop
Secara garis besar mikroskop terdiri dari 2 bagian :
Bagian optik
Lensa objektif : Untuk melihat objek/bayangan nyata dari objek
Kondensor : Untuk mengumpulkan cahaya/sinar
Diagfragma : Untuk mengatur intensitas cahaya masuk ke mikroskop
Sumber cahaya : Untuk menjadi sumber cahaya supaya objek jelas terlihat
Bagian mekanik
Pengaturan lensa okuler : Mengatur letak lensa okuler sesuai dengan mata
Revolver : Untuk mengatur lensa objektif
Lengan mikroskop : Untuk memegang mikroskop saat dibawa
Penjepit preparat : Untuk menjepit preparat agar tidak bergeser
Makrometer : Untuk mencari bayangan, menaik turunkan secara kasar
Mikrometer : Untuk memperjelas objek, menaik turunkan secara halus
Pengatur preparat : Untuk mengatur letak preparat supaya tepat dilensa
Kaki mikroskop : Untuk menyangga seluruh bagian mikroskop
Pengatur kecerahan : Untuk mengatur kecerahan sinar sehingga nyaman dimata
Saklar On/Off : Untuk menyalakan dan mematikan mikroskop
Diagfragma : Untuk mengatur cahaya yang masuk
Pengatur kondensor : Untuk mengatur/ untuk menaik turunkan kondensor
Meja preparat : Untuk meletakan preparat saat pengamatan
Jika menggunakan mikroskop monokuler maka akan menjupai bagian bagian seperti :
Tubulus : untuk tempat meletakan lensa okuler
Cermin : untuk meneruskan sinar agar masuk ke dalam mikroskop
Ada 2 macam cermin :
Cermin cekung : untuk sumber cahaya dari dekat
Cermin datar : untuk sumber cahaya sejajar
Gambar bagian-bagian mikroskop
Mikroskop Binokuler
Perbesaran Mikroskop
Perbesaran total mikroskop adalah
perkalian perbesaran lensa objektif dengan lensa okuler. Jika perbesaran total
meningkat maka diameter bidang pengelihatan menurun.
|
Perbesaran
objektif |
Perbesaran
okuler |
Perbesaran total
|
Diameter bidang |
|
10X |
10X
|
100X |
1,80
mm |
|
40X |
10X |
400X |
0,46 mm |
|
100X |
10X
|
1000X |
0,20
mm |
Sifat bayangan
Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang sifatnya semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi diperbesar. Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar.
Daya pisah mikroskop
Adalah kemampuan suatu lensa membedakan 2 titik yang berdekatan
sebagai titik yang jelas dan terpisah. Salah satu cara untuk meningkatkan daya
pisah mikroskop ialah dengan menaikan indeks refraksi antara spesimen dan
objektif. Hal ini dapat dilakukan dengan menempatkan minyak imersi (imersi oil)
diantara spesimen dengan lensa objektif. Minyak imersi dapat menghilangkan
refraksi cahaya, sehingga cahaya yang masuk dalam lensa lebih banyak sehingga
spesimen terlihat lebih jelas.
Cara penggunaan mikroskop
Mikroskop monokuler
1. Diambil mikroskop dari dalam lemari dengan tangan kanan memegang lengan mikroskop sedangkan tangan kiri memegang dasar mikroskop
2. Letakan mikroskop diatas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemiakan rupa sehingga mikroskop berada persis dihadapan penggunaan.
3. Putar revolver sehingga lensa objektif dengan perbesaran lemah berada pada posisinya satu poros dengan lensa okuler yang ditandai dengan bunyi klik pada revolver.
4. Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masu, hingga dari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang).
5. Tempatkan preparat pada meja preparat tepat pada lubang preparat dan jepit dengan penjepit preparat agar tidak goyang saat pengamatan
6. Aturlah focus untuk memperjelas gambar objek dengan cara memutar makrometer, sambil dilihat dari lensa okuler. Untuk mempertajam putarlah mikrometer.
7. Apabila bayangan objek sudah ditemukan, maka untuk memperbesar gantilah lensa objektif dengan ukuran dari 10x,40x,100x dengan memutar revolver sampai berbunyi klik.
8. Jika telah selesai melakukan pengamatan, diambil sediaan/sampel dari meja preparat (jika menggunakan lensa 100X dengan penggunan imersi oil setelah selesai hendaknya dibersihkan dengan xylol/alkohol eter).
9. Diatur lensa objektif pada posisi tidak bekerja, tutup diagfragma, naikan meja preparat keatas pada posisi tidak bekerja
10. Dikembalikan kedalam lemari dengan ditutupi kain agar tidak lembab.
Mikroskop binokuler
1. Diambil mikroskop dari dalam lemari dengan tangan kanan memegang lengan mikroskop sedangkan tangan kiri memegang dasar mikroskop.
2. Letakan mikroskop pada meja yang datar dan stabil, buka lilitan kabel pada mikroskop
3. Jika mikroskop menggunakan sumber listrik, pastikan kabel mikroskop terhubung dengan sumber listrik.
4. Siapkan preparat/sediaan yang akan diamati dengan mikroskop dan letakan dekat dengan mikroskop.
5. Tekan tombol On/Off pada pinggir mikroskop
6. Kendurkan terlebih dahulu makrometer supaya penempatan preparat pada meja preparat dapat dilakukan.
7. Preparasi sample yang akan diamati dengan mikroskop lalu letakan pada meja preparat dan jepit dengan penjepit preparat.
8. Atur diafragma lalu Putar revolver untuk memilih perbesaran yang dibutuhkan (4x, 10x, 40x atau 100x) untuk mengamati preparat/sampel hingga berbunyi/mengunci (untuk lensa 10X : diagfragma sedikit terbuka dan posisi kendensor paling bawah ,untuk lensa 40X : diafragma terbuka dan posisi kondensor berada di tengah-tengah ,untuk lensa 100X : diagfragma terbuka dan posisi kondensor berada di atas).
9. Nyalakan lampu untuk mengamati sampel/sediaan pada meja preparat
10. Putar makrometer hingga meja preparat mendekati lensa objektif lalu cari bayangan dengan geser kanan-kiri keatas kebawah untuk menempatkanya pada posisi yang sesuai.
11. Setelah bayangan sudah terlihat lalu putar mikrometer untuk memperjelas/memfocuskan bayangan.
12. Jika terlalu terang/gelap atur lagi tingkat kecerahannya (terang/redup) hingga pas untuk dilihat.
13. Mulai amati sampel/sediaan yang ada pada meja preparat.
14. Jika telah selesai melakukan pengamatan, diambil sediaan/sampel dari meja preparat (jika menggunakan lensa 100X dengan penggunan imersi oil setelah selesai hendaknya dibersihkan dengan xylol/alkohol eter).
15. Diatur lensa objektif pada posisi tidak bekerja, tutup diagfragma, naikan meja preparat keatas lalu matikan sumber cahaya, kembalikan posisi lensa okuler pada posisi tidak bekerja
16. Dimatikan mikroskop dengan menekan tombol Off lalu cabut kabel mikroskop dari stop kontak.
17. Lalu lilitkan kabel ke mikroskop setelah itu dikembalikan kedalam lemari dengan ditutupi kain agar tidak lembab
Pemeliharaan mikroskop
1. Mikroskop harus selalu dalam keadaan bersih dan tidak lembab
2. Jika selesai menggunakan lensa 10X dan 40X dan okuler hendaknya dibershikan dengan tisu pembersih lensa
3. Jika menggunakan lensa 100X dengan imersi oil sebaiknya dibersihkan dengan xylol/alkohol eter
4. Jika mikroskop tidak digunakan dan disimpan didalam lemari hendaknya dtutup dengan kain agar tidak lembab.
5. Jika mikroskop hendak digunakan sebaiknya memegang menggunakan kedua tangan.
6. Jika hendak menggunakan mikroskop sebaiknya dipastikan ada tidaknya getaran,cahaya dan tinggi rendahnya meja.




Cukup jelas. Makasih
BalasHapus